Sabtu, 14 Februari 2015
Tutorial Hijab
Sabtu, Februari 14, 2015 | Diposting oleh
Hilma Nur Afidati |
Edit Entri
Paris dengan lipatan bertingkat di tengah :)
Paris dengan lipatan bertingkat di pinggir :)

Magenta paris
Taklukan kerudung pashmina dengan bahan yang licin :D
Sabtu, Februari 14, 2015 | Diposting oleh
Hilma Nur Afidati |
Edit Entri
Cokelat dan buah memang pasangan serasi pada setiap resep puding. Jadikan puding buah salah satu alternatif bagi para Bunda agar si kecil gemar mengonsumsi buah. Ajak lah buah hati tercinta Bunda untuk mempraktikannya yah ...
400 grm gula pasir
Puding Cokelat Ceria
Bahan:
1 bks agar rasa cokelat
1 bks agar swalow
400 grm gula pasir
700 ml air
Taburan:
1 bks Nutrijel Plain
300 ml air
100 grm gula pasir
1 buah mangga, 1 buah naga, dan pepaya secukupnya (Buah-buahan
dengan warna ceria). Lalu, semua buah-buahan di potong kotak-kotak
kecil.
Cara membuat
- Campurkan 2 bks agar-agar, air dan gula, aduk rata.
- panaskan dalam api sedang sampai mendidih. Setelah mendidih kecilkan api tunggu beberapa saat, baru matikan api.
- Tuang adonan pada 2 loyang agak besar.
- Diamkan sampai membeku, sisihkan.
- Campurkan 1 bks nutrijel plain, air, dan gula aduk sampai rata lalu didihkan.
- Setelah adonan cokelat beku, tuangkan buah di atas puding, atur sesuai selera Bunda. Setelah itu, tuangkan adonan puding transparan.
- Diamkan hingga beku.
- Siap dinikmati!
Resep Makanan
Sabtu, Februari 14, 2015 | Diposting oleh
Hilma Nur Afidati |
Edit Entri
Masih tentang resep nih ...
Ayo semangat menjadi Bunda yang kreatif, salah satunya dengan memasak makanan di rumah, termasuk membuat bolu kukus ini! Konsep warna-warni memang membuat makanan menjadi lebih menarik, maka bolu kukus ini di buat dengan penuh warna yang lembut alias soft! Yuk praktik ....
Bolu Kukus
Bahan :
- 250 gram tepung terigu protein sedang
- 250 gram gula Pasir
- 2 butir telur Ayam
- 2 sendok teh cake emulsifier/SP
- 1/4 sendok teh garam
- 125 ml sprite
- 1/2 sendok tehVanili
- Siapkan semua bahan, campur terigu, telur, gula, sprite, SP, garam dan vanili.
- Kocok sampai mengembang dan mengental. Gunakan mixer dengan kecepatan tinggi.
- Kemudian adonan dibagi menjadi 4 warna lembut (soft) yaitu merah muda, hijau, cokelat, dan biru.
- Tuang adonan secara berselang seling dalam cetakan.
- Kukus selama 10-15 menit.
- Selamat menikmati!
Resep Makanan
Sabtu, Februari 14, 2015 | Diposting oleh
Hilma Nur Afidati |
Edit Entri

.jpg)
Bunda yang ingin membuat cemilan untuk buat hati tercinta, coba deh resep ini! Taburan yang warna-warni akan membuat buah hati tercinta menarik. Selain itu, cemilan yang di buat di rumah lebih sehat! Bunda bisa mengajak buah hati tersayang pada saat menghias pukis. Jadikan si kecil kreatif :)
Pukis Aneka Taburan
- 500 gram tepung terigu
- 300 gram gula (sesuai selera)
- 500 cc santan matang
- 4 butir telur
- 1 ons mentega cair
- 1/2 sdm fermifan
- 200 cc air hangat kuku
- 4 sdm tepung terigu
![]() |
| Taburan |
- Kismis
- Kacang almond
- Meses
- Springkle
- Campurkan semua bahan babon hingga rata diamkan selama 20 menit
- Telur dan gula dikocok hingga rata sampai mengembang
- Masukan tepung terigu sedikit demi sedikit, secara bergantian masukan santan dan babon sedikit demi sedikit
- Masukkan mentega cair. Setelah rata diamkan selama 10 menit
- Panaskan cetakan pukis, tuang adonan jangan sampai penuh yah, soalnya nanti akan mengembang, lalu tutup. Bunda boleh memberikan taburan pada saat adonan setengah matang atau pada pukis yang sudah matang. Siapkan margarin untuk menempel taburan pada kukis yang matang!
- Selamat mencoba!
![]() |
| Adonan siap dituangkan dalam cetakan |
Kamis, 12 Februari 2015
Ayo Berkreasi
Kamis, Februari 12, 2015 | Diposting oleh
Hilma Nur Afidati |
Edit Entri
Bunda yang ingin belajar membuat kue kering boleh coba resep ini! Selain gampang, resep ini bahannya mudah didapat dan murah dibeli. Kue cokelat memang menjadi camilan favorit siapa saja dan kapan saja! Persiapan buat lebaran nanti nih, makanya ayo belajar dari sekarang!!!
Kue Sumur Cokelat
Bahan:A. 250 gr mentega
50 gr margarin
175 gr gula halus2 kuning telur
1 putih telur
650 gr tepung terigu
B. 40 gr cokelat bubuk
15 gr tepung maizena
10 gr susu bubuk
1 sdm bumbu spekuk (bila suka)
100 gr wijen untuk taburan
50 gr cokelat leleh
Cara Membuat:
1. Kocok bahan A hingga rata
2. Masukkan telur sambil dikocok
3. Tambahkan bahan B
4. Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit hingga merata (gunakan tangan saja)
5. Bulatkan adonan sebesar kelereng kecil, tekan bagian tengahnya hingga membentuk cekungan
6. Gulingkan di atas wijen, kemudian panggang sampai matang dengan suhu 140 derajat Celcius selama 30
menit. Setelah dingin, semprotkan cokelat yang telah dilelehkan sebelumnya pada lubang tadi.
7. Simpan di tempat yang kering dan tertutup (Tupperware lebih asyik)
Selamat menikmati, Bunda juga bisa mengkreasikan bentuk kue kering sesuai selera sang anak!
Artikel
Kamis, Februari 12, 2015 | Diposting oleh
Hilma Nur Afidati |
Edit Entri
Permainan dan Dunia Anak
Pada umumnya, bermain
merupakan kegiatan yang paling disukai oleh anak-anak. Berbagai permainan dapat
dilakukan oleh anak-anak dalam kesehariannya, dengan cara yang beragam.
Seperti, pada saat di sekolah anak-anak akan lebih menyukai kegiatan belajar
dengan teknik belajar sambil bermain.
Begitu pun saat di rumah, orang tua yang mendidik anaknya dengan penuh
perhatian dan teknik permainan, lebih disukai oleh anak-anak. Anak akan lebih
menurut apabila, arahan dan motivasi
dari orangtua dapat ia pahami dengan cara yang terampil, menyenangkan, lembut, dan menarik.
Namun, seiring berjalannya waktu permainan sedikit bergeser
ke arah yang tidak baik dan berisiko kecanduan. Misalnya, pada zaman mutakhir seperti ini, permainan beralih fungsi menjadi suatu alat canggih yang
hampir menjadi wajib dimiliki oleh anak-anak. Berbagai alat canggih ini bermunculan di tengah-tengah dunia anak. Dengan
mudah sebagian anak-anak mendapatkan fasilitas canggih ini dari orang tuanya. Padahal,
setiap alat canggih ini memiliki banyak risiko buruk, apabila orang tua tidak
memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya pada saat menggunakannya.
Kebanyakan anak-anak di zaman sekarang, lebih senang di
rumah bersama alat canggihnya, di bandingkan bermain dengan sesama
teman-temannya di luar atau di dalam rumah. Ini membuktikan, bahwa alat canggih
tersebut telah berhasil merampas dunia anak. Cukup ditemani oleh alat
canggihnya anak merasa nyaman dan
bergaya di depan teman-temannya. Berbeda dengan zaman dahulu, anak-anak bermain
dengan berbagai permainan yang ciptakannya sendiri. Seperti, petak umpet,
kucing-kucingan, galah dan berbagai permainan
tradisional lainnya. Ini merupakan
kegiatan yang dapat melatih kreativitas,
gerak tubuh, dan kerja sama dengan rekan-rekannya. Secara tidak langsung, anak di
latih dan terdidik mandiri dengan cara yang menyenangakan.
Dunia anak yang terampas oleh alat canggih, merupakan salah
satu alasan terjadinya fenomena anak
yang dewasa sebelum waktunya. Baik di kota maupun di desa, kini anak-anak mengenal alat-alat canggih dan modern. Selain
itu, anak-anak pun dengan mudah dapat mengoperasikan alat tersebut. Sebagian
anak-anak melakukan kegiatan layaknya orang tua, dari yang bersifat baik maupun
tidak baik. Berbagai hal yang tak semestinya diketahui anak, dengan mudah
mereka ketahui melalui alat-alat canggih seperti ponsel, komputer dengan fasilitas internet,
dan berbagai jenis permainan canggih yang saat ini menjadi hal wajib di
kalangan anak-anak.
Orang tua merupakan kunci untuk membuka karakter anak. Kenakalan dan kemalasan
seorang anak merupakan hasil dan buah yang di petik dari bibit yang di tanam
oleh orang tua. Meskipun, kata nakal tidak selamanya bersifat jelek, orang tua harus melakukan penyaringan dalam membentengi
keaktifan anaknya. Memberitahu apa
yang seharusnya di ketahui anak, menjauhkan dari hal-hal yang dapat merusak
karakter anak, dan menjaga anak dengan penuh kasih sayang, kelembutan dengan
teknik yang menyenangkan. Anak-anak memang di latih untuk pandai menyesuaikan diri dengan modernisasi, tetapi orang tua harus
mampu mengawasi setiap perkembangan teknologi yang bersifat positif.
Sebaiknya, kasih sayang orang tua harus mampu disalurkan
dengan baik pada anak-anaknya. Tidak semata-mata kasih sayang itu berarti
memanjakan anak dengan semua keinginannya, termasuk memfasilitasi anak dengan
alat canggih. Dengan mengajarkan anak untuk bersikap sederhana, merupakan salah satu cara agar anak tidak bersifat manja
yang keterlaluan. Ajari anak dari hal
kecil dan mudah, sampai ke hal besar dan sulit, untuk melatih kemandirian sejak
dini. Jangan sampai kasih sayang orang
tua justru membuat anak menjadi malas dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama alat canggihnya, di
bandingkan bersama dengan orang-orang di sekitarnya.
Memberikan anak dengan fasilitas canggih memang tidak
dilarang. Hanya saja, orang tua harus berperan dalam menyaring setiap alat
canggih yang akan di berikan pada anaknya. Selain itu, orang tua harus mampu mengajak anaknya untuk memilih dan melakukan
permainan ke arah yang mendidik. Tidak dapat di mungkiri, sebagai manusia yang
berkembang kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman modern ini. Alat
canggih yang sekarang menuntut kebutuhan manusia, memang harus mampu di ikuti,
dengan adanya batasan di setiap fungsinya menurut jenjang usia.
DAFTAR KATA SERAPAN
1.
Kata-kata Serapan dari Bahasa Daerah
1)
Anak
2)
Terampil
3)
Merasa
4)
Galah
5)
Desa
6)
Pandai
7)
Sederhana
8)
Ajari
9)
Ajak
10) Usia
2.
Kata-kata Serapan dari Bahasa Asing
1)
Dunia
2)
Teknik
3)
Motivasi
4)
Mutakhir
5)
Fungsi
6)
Tradisional
7)
Kreatifitas
8)
Fenomena
9)
Komputer
10) Internet
11) Karakter
12) Sifat
13) Aktif
14) Positif
15) Waktu
DAFTAR PUSTAKA
Jumairam, dkk. 1996. Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka
Martinus,Surawan.
2001. Kamus Kata Serapan. Jakarta:PT.
Gramedia Pustaka Utama
Wiktionary:ProyekWiki bahasa Indonesia/Daftar kata/Serapan [online]
tersedia pada http://id.wiktionary.org/wiki/Wiktionary:ProyekWiki_bahasa_Indonesia/Daftar_kata/Serapan. 9 Juni 2013
Goresan Pena
Kamis, Februari 12, 2015 | Diposting oleh
Hilma Nur Afidati |
Edit Entri
Kejujuran dan Kebahagiaan
oleh
Hilma Nur Afidati
Takkan jatuh air
mata dalam asa
Meronta dan
menjerit dalam sesal
Menuangkan
kegelisahan pada seluruh raga
Ketika penantian
berputar, menuju masa itu
Kau hentikan
dengan
Melempar batu
dan api
Ku coba
menampik, namun
Apa daya hati
telah terluka
Ku berusaha
padamkan, namun
Kesabaran telah
menjadikan
Api semakin
besar
Hidup adalah
kejujuran
Dan kejujuran
itu adalah kebahagiaan
Jika kau pikir
kejujuran itu akan terasa menyakitkan
Maka dirimu
sedang melukai hatiku
Dan jika kau
telah merasakan sakitnya kejujuran
Maka dirimu
sedang merasakan awalnya kebahagiaan
Tapi jika kau dari
awal mengatakannya
Aku takkan tahu
kebahagiaan buah dari kejujuran
Bagaimana
menghargai ketulusan
Dan apa itu
pengorbanan
Langganan:
Postingan (Atom)
Total Tayangan Halaman
About Me
Blog Archive
Berbagi Ilmu
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Hilma
Kucing Emong & Ule






.jpg)

.jpg)



